Selamat datang di



blog saya. Ini adalah



sekedar



menyalurkan hobi



saya untuk menulis

Kamis, 18 Oktober 2012

“22. Musa menyuruh orang Israel berangkat dari laut Tiberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air. 23. Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dimanai orang tempat itu Mara. 24. Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata
mereka: “Apakah yang akan kami minum?”. 25.Musa berseru-seru kepada Tuhan, dan Tuhan menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan Tuhan ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan disanalah Tuhan mencoba mereka.

26. Firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau”. 27. Sesudah itu sampailah mereka di Elim; disana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.” Keluaran 15: 22-27

Kisah keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir, dapat menggambarkan kepada kita tentang bagaimana perjalanan kehidupan orang percaya yang harus melewati banyak tantangan untuk melihat dan menerima berkat dari Tuhan. Setiap orang percaya harus mampu menghadapi semua tantangan dalam kehidupannya. Bangsa Israel ini telah menyeberangi laut Tiberau yang dibawah pimpinan oleh Musa dengan penyertaan Tuhan.

Tatkala Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka terbelahlah air laut itu. Merekapun berjalan di tengah-tengah laut di tempat kering, sementara itu orang mesir dengan kereta kudanyapun menyusul mereka sampai ke tengah laut , tetapi setelah bangsa Israel selesai menyeberang, Musapun mengulurkan tangannnya kembali keatas laut itu maka berbaliklah segera air laut dan lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun.

Mereka melintasi laut Tiberau dengan selamat, suatu tantangan telah dapat mereka lewati. Sungguh merupakan suatu kemenangan dan sukacita besar bagi mereka. Setelah itu, mereka harus meneruskan perjalanannya dengan menghadapi tantangan lain, yang akan kita lihat berikut ini.

Bangsa Israel banyak mengalami peristiwa-peristiwa, dan menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanannya untuk mencapai tanah perjanjian, yaitu Tanah Kanan. Dari bacaan firman Tuhan di atas, tentang di Mara dan di Elim, kita dapat belajar, setidaknya ada empat perkara penting, yakni tantangan yang harus mereka hadapi untuk menerima berkat Tuhan:

.
1. Hidup Yang Penuh Teka-Teki

Setelah melewati kemenangan besar itu, dengan berhasil menyeberangi laut Tiberau, bangsa Israel diperhadapkan kepada masalah lain lagi yaitu, kelelahan dan kehausan. Tidak ada perjalanan yang mulus dan bebas hambatan, namun demikian Tuhan selalu hadir menyertai untuk memberikan pertolongan. Tiga hari lamanya mereka telah berjalan di padang gurun Syur itu dengan tidak mendapat air, ayat 22. Dengan letih mereka harus melewati padang gurun tersebut.

Tuhan mau mengajarkan kepada bangsa ini, bahwa sekalipun mereka harus melintasi padang gurun, mereka tetap dilindungi dan disertai oleh Tuhan. Tuhan inginkan agar mereka tetap percaya, sebab Tuhan yang menuntun perjalanan mereka melalui Musa. Tuhan sedang melatih mereka untuk tetap percaya dan mengandalkan Tuhan, karena padang gurun itu bukanlah tujuan akhir, tetapi melalui padang gurun, mereka harus melihat bagaimana penyertaan Tuhan yang sempurna itu. Manusia terbatas, tetapi kuasa Allah tidak terbatas.

Hidup ini penuh dengan teka-teki, maksudnya adalah sesuatu yang tidak dapat kita duga, diprediksi atau yang tidak dapat kita sangka-sangka sebelumnya. Kita tidak dapat pastikan bahwa segala sesuatu itu akan berjalan dengan lancar-lancar saja dan baik, seperti yang kita bayangkan atau harapkan. Hari ini kita boleh tertawa, tetapi siapa tahu kalau besok kita bisa menangis, dan sebaliknya. Hari ini kita beruntung, besok bisa saja kita rugi. Hari ini kita senang karena telah ditolong seorang teman, tetapi besok siapa yang tahu kalau teman juga bisa menipu kita, dan mengecewakan kita.

Dalam perjalanan hidup, kitapun kadang-kadang harus melewati yang namanya padang gurun. Namun semua keadaan itu, jangan membuat kita mudah kecewa dan putus asa, tetapi sebaliknya, jadikanlah semua pengalaman hidup kita entahkah itu baik atau buruk, untuk membuat iman kita mejadi semakin kuat dan bertumbuh dewasa. Sehingga dalam melewati semua keadaan, kitapun akhirnya dapat berkata “Kalau bukan Tuhan yang menolong, saya tidak akan dapat berjalan”.

Melalui setiap kesulitan yang telah kita alami, akan membuat kita dapat menjadi saksi bagi Tuhan. Masa sukar, masa sulit, masa yang kurang menyenangkan dapat saja selalu terjadi dalam hidup kita, dan itulah ujian-ujian bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi.

“Karena Ia tahu jalan hidupku, seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas” Ayb 23:10
“Sesungguhnya Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan” Yes 48:10

Tatkala kita diuji dan masuk dalam ‘dapur kesengsaraan’ itu memang tidak enak, tidak nyaman. Tetapi justru disitulah kita harus ingat kepada Tuhan, tetap mengandalkan Dia, bahwa hanya Dia yang sanggup menolong kita. Di dalam segala kesulitan yang kita hadapi, anggaplah itu suatu didikan Tuhan bagi kita, Dia mau memurnikan kita, untuk menjadikan kita lebih baik lagi. Hendaklah kita selalu lulus dalam mengikuti ujian-ujian kehidupan ini, untuk dibawa ke tingkat yang lebih tinggi lagi, kepada pengalaman yang baru dan kepada berkat Tuhan yang baru lagi.

.
2.Tantangan Merubah Yang Pahit Menjadi Manis

Pahit adalah suatu rasa yang tidak sedap, seperti rasa empedu, tidak menyenangkan hati, menyedihkan, sebuah gambaran kesukaran dan kesusahan. Sedangkan manis adalah suatu rasa yang enak, seperti gula, madu. Manis itu menyenangkan dan indah. Tantangan orang percaya adalah merubah yang pahit menjadi manis, bukan menghindar atau lari dari kepahitan, tetapi harus mampu untuk merubahnya.

Musa adalah seorang yang diperhadapkan dimana dia tidak lari atau menghindar dari situasi itu. Sampai di Mara, mereka menemukan air , tetapi air itu pahit rasanya. Musa harus bertindak merubah keadaan itu.

Gambaran kepahitan adalah bersungut-sungut. Bangsa Israel itu bersungut-sungut, “Apakah yang akan kami minum?”, ayat 24. Bagi mereka lebih baik bekerja pada orang mesir itu dengan makan kenyang daripada mati di padang gurun. Musa tidak terpengaruh oleh sungut-sungut mereka, dan juga tidak putus asa dengan keadaan yang sedang mereka hadapi. Musa menghadapi tantangan itu. Yang Musa lakukan adalah “Musa berseru-seru kepada Tuhan, dan Tuhan menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis”, ayat 25a. Musa akhirnya mampu mengatasi tantangan itu, oleh pertolongan Tuhan, air yang pahit itu berubah menjadi manis dan merekapun dapat meminum air itu.

Bagaimana dengan kita ? Ketika kita diperhadapkan kepada situasi atau kondisi yang tidak menyenangkan, mungkin menyesakkan kita, mengecewakan, dan bahkan telah menyakiti kita. Apakah kita harus bersungut-sungut, menyalahkan orang lain, lari atau menghindar ?

Sebagai orang percaya kita harus berani menghadapi setiap tantangan dalam kehidupan kita, seperti Musa, ia mengambil sikap untuk berseru-seru, yaitu berdoa kepada Tuhan, meminta petunjuk, meminta pertolongan, dan meminta jalan keluar dari masalah.

“Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui” Yer 33:3

Hadapilah segala keadaan, dan majulah, jangan mundur, yaitu dengan berdoa, menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan, maka pastilah Tuhan akan menjawab kita, memberikan jalan keluar dan pertolongan pada kita. Tuhan selalu mendengarkan setiap orang yang berseru kepada-Nya. Sekalipun orang memusuhi kita, menipu kita, ingatlah, bahwa Tuhan sanggup mengubah itu menjadi baik. Di dalam Tuhan ada pemulihan.

“Jikalau Tuhan berkenan dengan jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia” Ams 16:7

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan” Kej 50:20a

Mampukah kita menjadi pelaku perubahan itu? Tatkala kita diperhadapkan pada kondisi yang menyakitkan, mampukah kita membuatnya menjadi sukacita? Menghadapi kemarahan seseorang mampukah kita menjadi pembawa damai? Menghadapi sakit-penyakit, atau masalah lainnya, mampukah kita untuk tetap bertahan dan bersabar untuk menerima pemulihan dari Tuhan?

Kita pasti mampu menghadapi setiap tantangan, jikalau kita berserah pada Tuhan. Setiap perubahan dapat terjadi dalam hidup kita menjadi lebih baik, karena campur tangan Tuhan.

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” Fil 4:13

.
3.Harus Berjalan Dengan Iman

Iman bukanlah suatu tindakan asal nekad melangkah, akan tetapi iman adalah tindakan yang yakin akan Firman Allah terjadi dalam hidup kita. Janganlah sandarkan iman kita pada apa yang ada pada kita, tetapi tetaplah sandarkan hidup kita kepada Firman Tuhan.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” Yer 29:11

“Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang” Ams 23: 18

Tuhan sangat tahu kalau air di Mara itu pahit rasanya, tetapi Tuhan mau lihat tindakan mereka, masihkah mereka tetap punya iman, iman kepada Tuhan. Tuhan yang telah mengadakan mujzat bagi mereka untuk menyeberangi laut Tiberau. Tidak akan dibiarkannya mereka mati karena kehausan di padang gurun itu, sebab Dia selalu punya jalan saat tiada jalan. Tindakan iman dari Musa ialah ia berseru-seru kepada Tuhan. Musa yakin bahwa pertolongan hanya datang dari Tuhan saja. Seruan Musa itu telah mampu menghidupkan kuasa Allah. Sepotong kayu yang Musa lihat itu tidak bisa mengubah air pahit itu menjadi manis. Kayu itu hanyalah media saja yang dipakai Allah.

Hal ini menggambarkan bahwa ada sebuah tindakan yang harus Musa lakukan terlebih dahulu, sebelum melihat mujizat terjadi, yaitu air pahit berubah jadi manis oleh karena kuasa Allah.

Tuhan menjaga, Tuhan memelihara dan Tuhan akan menyembuhkan kita , asalkan kita tetap percaya dan melakukan apa yang difirmankan-Nya bagi kita. Karena itu dalam segala kesedihan atau kesesakan yang kita alami dalam kehidupan kita, janganlah bersungut-sungut, jangan biarkan masalah membuat kita bersedih hati atau tawar hati, agar kita tidak menjadi lemah dan putus asa, lebih baik kita berdoa dan melakukan FirmanNya.

“Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu” Ams 24:10

.
4. Hidup Dipenuhi Dengan Janji-Janji Allah

Di sana Tuhan memberikan janji-Nya kepada bangsa Israel itu. Apa yang telah dijanjikan-Nya pasti akan digenapi-Nya karena Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya. Janji-Nya itu adalah ya dan amin.

“Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau” Kel 15:26

Melalui janji ini, Tuhan menghendaki supaya bangsa Israel tetap percaya kepada-Nya, dengan memegang janji Tuhan untuk menghadapi setiap tantangan ke depan. Dalam ayat 27 dicatat, sesudah itu, yaitu setelah melewati semua itu, bangsa Israelpun tibalah di Elim, di sana terdapat dua belas mata air, dan tujuh puluh pohon korma. Sekalipun harus melewati padang gurun, seharusnya bangsa Israel tetap percaya pada Tuhan, pada Janji-Nya. Akhirnya sampai juga mereka ke Elim, suatu tempat yang indah, di sini mereka menikmati berkat yang telah tersedia.

Meskipun masalah sedang melanda rumah tangga, pekerjaan, pelayanan kita dan lain-lain, kita dapat tetap teguh berdiri, karena kita memiliki janji-janji Allah dalam hidup kita. Janji-janji Allah itu merupakan sebuah tujuan yang harus kita capai. Mengapa kita saat ini dapat tersenyum, meskipun masalah ada, kita tak perlu harus cemas, khawatir, takut, dan gelisah akan segala sesuatu?

Jawabannya adalah karena orang percaya memiliki kepastian tentang janji-janji Allah dalam hidupnya. Kita tetap kuat, tegar dan sabar karena janji-janji yang telah diberikan-Nya bagi kita. Karena janji-janji Allah itulah yang memberi kita kekuatan, pemulihan, kesembuhan, sukacita, damai sejahtera, kesempatan, masa depan yang penuh harapan, dan keselamatan. Oleh karena itu maka, kita dapat tetap melangkah dengan pasti dalam kehidupan ini.

Adakah janji-janji Allah yang telah saudara terima ? Jika ya, Puji Tuhan, peganglah janji itu, dan tetaplah percaya pada janji-Nya itu. Janji-Nya itu akan muncul seperti fajar pagi hari.
Jika saudara belum menerima janji Tuhan dalam hidupmu, berdoalah sekarang, dan biarlah tuntunan Roh Kudus membimbingmu dalam membaca Firman Tuhan, untuk memukan janjiNya itu bagimu, sesuai dengan kebutuhanmu saat ini.

Penuhilah hidup kita dengan janji-janji Allah. Daud dalam masa kesusahannya, telah mengalami kekuatan karena ada janji-janji Tuhan.

“Hidupkanlah aku sesuai dengan janjiMu. Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku. Aku gembira atas janji-Mu, seperti orang yang dapat banyak jarahan”, Maz 119:154b,50 dan 162.

Firman Tuhan itu akan mendatangkan penghiburan, harapan dan kekuatan bagi setiap orang yang percaya, ketika sedang mengalami kesusahan. Sebab Firman Tuhan itu hidup dan aktif oleh kuasa Allah untuk memulihkan setiap orang yang percaya kepada Firman-Nya.

Meskipun hidup ini susah diprediksi dan banyak tantangannya, tetaplah beriman dan melakukan Firman Tuhan, serta penuhi hidup kita dengan janji-janji Tuhan. Apa yang difirmankan-Nya pasti digenapinya dalam hidup kita. Percayalah. Tuhan memberkati saudara.
Luk.12:35 "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala."
Saudaraku, ini adalah sesuatu yang unik dan menarik. ternyata Tuhan Yesus sangat memperhatikan keberadaan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dia sangat memperhatikan saudara dan saya sampai hal-hal yang kecil sekalipun. Bayangkan, Tuhan Yesus memperhatikan kalau saudara pakai ikat pinggang atau tidak! saya tertarik denga

n ikat pinggang ini. di dunia olahraga bela diri, ikat pinggang digunakan untuk menentukan keahlian seseorang. kalau dia masih pemula, tentu dia pakai yang warna putih. kalau dia sudah ahli, tentu sudah sabuk hitam. sabuk menandakan kualitas seseorang dalam dunia bela diri. ada yang sudah bergelar dan 1, dan 2, dsb. tapi katanya, kalau yang datang itu dan kawan-kawan, takut juga dia. masalah terjadi kalau ada yang masih sabuk putih tapi coba-coba pakai sabuk hitam, atau seseorang yang seharusnya sudah sabuk hitam, tapi lambat belajar, jadi terus-menerus di sabuk putih. kita semua tahu bahwa ikat pinggang adalah lambang kebenaran. masalah yang terjadi apabila ada yang sudah lama dalam kebenaran, seharusnya sudah sabuk hitam, tapi kehidupannya tetap sabuk putih, tabiatnya tidak menunjukkan kebenaran yang diakuinya. Tuhan mau kita hidupkan kebenaran sesuai dengan level ikat pinggang kita. jangan coba berjalan dengan baju longgar lalu tidak pakai ikat pinggang karena pasti saudara akan dipermalukan. banyak umat Tuhan yang mengaku punya ikat pinggang kebenaran, tapi kehidupan mereka mempermalukan nama Tuhan. mereka menganggap bahwa mereka sedang mengenakan ikat pinggang, padahal ikat pinggangnya sudah ketinggalan di rumah. di mobil saya, saya pakai stiker GMAHK. kalau dulu, ada orang yang bawa kendaraan sembarangan, hampir menabrak mobil saya, saya langsung keluarkan kata-kata amarah, tapi sejak ada stiker GMAHK di mobil saya, maka saya harus lebih sedikit bersabar hehehe, karena nanti nama Gereja yang dipermalukan. mungkin stiker itu jadi pengingat ya? tapi sebenarnya, ada stiker atau tidak, kita harus tetap menyadari identitas kita sebagai anak-anak Tuhan.
sekarang ini ada masalah lain lagi dengan ikat pinggang, dan ini lebih berbahaya. banyak ibu-ibu dan para wanita muda yang mengenakan ikat pinggang, tapi tidak ada fungsinya, alias hanya sekedar asesoris. nah, disini bahayanya. kalau umat Tuhan, orang Kristen, menjadikan kebenaran hanya sebagai asesoris, ini yang bahaya. yang penting orang tahu dia kristen, orang advent, selalu hadir di gereja, alim, tapi dirumah, ditempat-tempat tertentu dia lalim dan lebih kasar dari para penjahat.
kebenaran yang hanya asesoris...ini sama dengan munafik. ini sama dengan penduduk sodom yang mau tinggal di Yerusalem, warga neraka yang pura-pura jadi warga surga. jangan malu membawa ikat pinggang (kebenaran) dalam kehidupan kita sehari-hari...
bagian kedua yang dinyatakan Tuhan Yesus adalah pelita/lampu harus menyala. raja Daud berkata, FirmanMu adalah pelita bagi kakiku dan terang pada jalanku. (Mzm.119:105). ayat ini memberi indikasi bahwa firman Tuhan itu sangat penting ada kepada kita ketika kita melangkah setiap hari. apa sebenarnya peran firman? dalam Kejadian pasal 1 kita mendapati bahwa langit dan bumi ini ada karena firman Tuhan. menurut Paulus, apa peran firman? Ibr.1:3 "Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan MENOPANG SEGALA YANG ADA DENGAN FIRMANNYA YANG PENUH KEKUASAAN."
perhatikan fungsi firman,"Menopang segala yang ada". saya tidak tahu berapa berat bumi kita, berapa berat tata surya kita, berapa berat alam semesta ini, yang pasti sangat berat, ternyata hanya ditopang oleh firman Allah. apabila Tuhan menarik firmanNya yang menopang, sebagaimana dalam nubuatan, bahwa akan ada kelaparan, bukan kelaparan akan makanan melainkan firman, maka langit akan tergulung seperti kertas, kiamat akan terjadi. bila kuasa firman ditarik, alam semesta ini akan hancur karena firman itulah yang menopang alam semesta ini. mari kita ambil aplikasi praktis. dalam rumah tangga-rumah tangga umat Tuhan, banyak bapak-bapak dan ibu yang tampan dan cantik-cantik. bayangkan kalau mereka keluar rumah dengan tidak ada firman. pasti rumah tangga hancur, banyak perselingkuhan. masyarakat rusak dengan kerusuhan, karena tidak ada atau kekurangan firman, gereja, jemaat kacau karena umat Tuhan kehilangan kuasa firman. banyak hal yang indah dalam hidup kita akan rusak bila tidak ada pelita atau firman Allah. orang tidak akan dapat membedakan antara terang dengan gelap, benar dengan yang salah dan kehancuran serta penderitaan adalah akibatnya.
mari kita ambil aplikasi yang lain dari kuasa firman ini. kalau langit dan bumi, tata surya, bahkan alam semesta kita yang maha luas dan berat ini mampu ditopang oleh firman, beban apa dalam hidupmu yang tidak mampu dipikul oleh firman itu? masalah apa dalam hidup saudara yang tidak ada jawaban di dalam firman Allah? renungkan itu...bersyukurlah karena Tuhan Yesus Kristus menasihatkan kita untuk menjaga 2 hal ini, ikat pinggang dan pelita. Tuhan memberkati...shalom

Minggu, 12 Juni 2011

PENJELASAN ROMA PASAL 14


Dalam mempelajari suatu pasal dalam Alkitab, adalah penting untuk memperhatikan bukan hanya apa yg dikatakan oleh pasal itu, tapi juga apa yg tersirat didalamnya.  Dalam beberapa kasus, kadang-kadang hal yg tersirat lebih penting dari apa yg tertulis.
1.       Paulus tidak sedang menyerang ajaran Alkitab.
Beberapa orang dari penerima surat ini tampaknya percaya bahwa seseorang harus bertarak dari makanan daging dan minum anggur (Rm.14:2,21).  Perjanjian Lama tidak menuntut setiap orang untuk tidak makan daging sama sekali.  Larangan yg ada hanyalah untuk daging binatang tertentu (Im.11).  Perjanjian Lama juga tidak menganggap jus anggur haram, hanya dikatakan bahwa Imam besar dan seorang nazir dilarang mengkonsumsinya.  Masalah disini bukanlah mengenai makanan haram (bah.Grika ‘akhatartos’), tapi hanya mengenai makanan biasa (bah.Grika ‘koinos’, kata yg digunakan dalam ayat 14) yg tidak tepat untuk dimakan pada situasi tertentu.
2.       Paulus tidak mendiskusikan masalah hari Sabat.
Paulus mengatakan bahwa orang-orang yg lemah imannya menganggap hari yg satu lebih penting dari hari yg lain, tapi tidak menyatakan alasannya mengapa, dan tidak ada pernyataan Paulus yg menyatakan apa yg harus dibuat pada hari itu, atau mengapa hari itu menjadi penting.  Apapun itu, orang yg kuat imannya menganggap semua hari sama saja keadaannya dan tidak diragukan bahwa penerima surat Paulus mengerti dengan jelas apa maksudnya.  Tidak ada dasar dari ayat-ayat ini yg menyatakan mengenai hari Sabat dalam 10 hukum Allah.  Paulus sedang berusaha memberi jalan keluar kepada masalah di dalam jemaat dimana adanya perbedaan pendapat, namun tidak membahayakan injil, dan tidak membatalkan kehendak Allah dalam hal makanan ataupun hari Sabat, karena itu ia tidak mempersalahkan salah satu pihak, namun dengan bijaksana memberikan nasihat supaya anggota jemaat saling menerima perbedaan pendapat dalam kasih Kristen.  Paulus tidak sedang menuliskan hal ini karena adanya nabi palsu didalam jemaat yg membawa ajaran yg menyesatkan.
Jadi, ayat-ayat disini yg berbicara mengenai memilih untuk tidak makan dan memilih hari yg lebih baik, sebenarnya hanyalah berbicara mengenai perdebatan anggota jemaat untuk menentukan hari apa dan makanan apa yg tidak boleh mereka konsumsi ketika sedang merencanakan untuk berpuasa.  Doktrin puasa bagi kita adalah diserahkan bagi masing-masing, bukan harus pada hari tertentu atau harus tidak makan makanan tertentu.  Beberapa orang menganggap hari-hari tertentu itu baik untuk berpuasa, sementara orang yg lain menganggap sembarang hari boleh berpuasa.  Disinilah letak masalahnya.  Jemaat pada zaman Paulus adalah jemaat mula-mula yg sedang berkembang baik dalam jumlah maupun ajarannya.  Berpuasa menjadi salah satu topik pembahasan penting dalam jemaat.  Ada satu dokumen yg ditulis pada abad ke-2 yg meminta orang percaya untuk berpuasa pada hari Rabu dan Jumat dan bukan pada hari Senin dan Kamis yg merupakan kebiasaan orang Yahudi (didache 8.1), karena orang Yahudi tidak berpuasa pada hari Sabat.
                                                                                                Salam Kasih, Pst.S.Tuegeh 

Sabtu, 15 Januari 2011

WAKTU NUBUATAN DALAM DANIEL PASAL 12


”Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yg telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.”  Ibr.2:1.

          Dalam beberapa tahun terakhir ini, beberapa anggota dan pendeta gereja kita mulai menafsirkan waktu nubuatan dalam Daniel pasal 12:5-13 kepada peristiwa-peristiwa yg akan terjadi di masa depan.  Mereka menolak pandangan GMAHK selama ini, yg menempatkan 3  masa, 1290 dan 1335 hari sebagai waktu nubuatan pada masa lampau dan sebagai gantinya mereka menyatakan bahwa periode waktu ini haruslah dimengerti sebagai hari-hari literal dan akan terjadi pada masa depan, bahkan ada yg mengajarkan bahwa 1335 hari itu akan dimulaikan UU hari Minggu secara nasional di Amerika, dan 3  masa atau 1260 hari dan 1290 hari akan dimulaikan dengan UU hari Minggu secara universal (baca  Marian G. Berry, Warning! (Brushton, NY: Teach Services, 1990), 154. Ronald Gary Stickney, The Prophecy of Daniel 11 and Revelation (Grand Junction, MI: Proclaim the Prophecy “Now” Seminar, n.d.). Robert N. Smith, Jr., Sunday vs Rapture (Ft. Worth, TX: Roheka Books, 2002).
 Mari kita pelajari, apakah memang benar demikian?
1.    3  masa atau 1260 hari dalam Dan.7:25 dan Dan.12:7 terlihat sebagai 2 periode waktu yg berbeda dalam sejarah, yg satu dalam waktu lampau, dan yg lainnya dalam waktu yg akan datang.  Interpretasi seperti ini mengabaikan salah satu prinsip fundamental dari penyelidikan Alkitab yaitu Alkitab adalah penafsir bagi dirinya sendiri, satu bagian Alkitab adalah kunci dari bagian Alkitab lainnya.  Bila prinsip ini diabaikan, maka nubuatan apapun dalam Alkitab dapat dibelokkan terserah kepada tujuan dari seseorang.  Nubuatan buku Daniel diberikan menurut prinsip pengulangan dan pengembangan.  Hal ini terlihat dengan sangat jelas dari 4 nubuatan utama dari buku ini (Dan.2, 7, 8-9, 10-12) yg dimulaikan dari zaman Daniel sampai akhir zaman.  Setiap nubuatan menekankan aspek yg berbeda dari periode waktu.  Dan.7 menambahkan hal-hal detail mengenai tanduk kecil dari Dan.2, dan Dan.8 memperluas gambaran dari tanduk kecil dan seterusnya.  Dengan demikian, elemen-elemen yg sama dalam pasal-pasal yg berbeda dari buku Daniel haruslah merujuk kepada peristiwa yg sama.  Jika “korban sehari-hari” dalam Dan.8:11 merujuk pada masa lampau, maka “korban sehari-hari” dalam Dan.12:11 juga haruslah merujuk pada masa lampau.  Demikian pula, jika 3  masa dalam Dan.7:25 merujuk pada masa lampau, maka 3  masa dalam Dan.12:7 juga haruslah merujuk pada masa lampau.
2.    Pandangan ini mengabaikan struktur dasar dari khayal-khayal Daniel dimana sebuah khayal selalu diikuti oleh penjelasannya.  Misalnya:
a.     Dan.2, khayal (ayat 31-35), penjelasannya (ayat 36-46).
b.    Dan.7, khayal (ayat 1-14), penjelasannya (ayat 15-27).
c.     Dan.8-9, khayal (ayat 1-12), penjelasannya (ayat 13-26; Dan.9:24-27).
d.    Dan.10-12, khayal (Dan.11:2-12:4), penjelasannya (Dan.12:5-12).
Sementara memang benar bahwa khayal dalam Dan.11:2-12:4 sendiri merupakan penjelasan dari khayal dalam Daniel pasal 8, kita juga harus menyadari bahwa Dan.7,8 dan 10-12 waktu nubuatan selalu berada dalam seksi penjelasan, bukan dalam khayal itu sendiri.  Dalam Dan.10-12, khayal itu berakhir dalam Dan.12:4 dan waktu nubuatan diberikan dalam Dan.12:5-13.  Struktur ini akan rusak jika Dan.12:5-13 diinterpretasi sebagai suatu khayal yg baru.
3.    Pandangan ini secara keseluruhan mengabaikan hubungan diantara bahasa maupun tata bahasa diantara khayal dalam Dan.11 dan penjelasan dalam Dan.12. 
Yang pertama, Dan.12:5-13 bukanlah suatu khayal yg baru dengan sebuah topik yg berbeda, namun merupakan sebuah penjelasan dari elemen-elemen tertentu dari khayal dalam Dan.11.  hal ini dibuktikan dengan adanya sebuah pertanyaan dalam Dan.12:6,”Bilakah hal-hal yg ajaib ini akan berakhir?”.  Kata bahasa Ibrani ‘pala’ yg artinya ajaib dapat diterjemahkan sebagai ‘peristiwa-peristiwa yg mengherankan’ atau ‘peristiwa-peristiwa yg indah.’  Karena ayat 5 tidak merujuk kepada peristiwa apapun, maka hal-hal ajaib yg ditanyakan dalam Dan.12:6 ini tentu saja merujuk kepada peristiwa-peristiwa dalam khayal Dan.11.  kata ‘pala’ pada kenyataannya digunakan dalam Dan.11:36 dimana itu merujuk kepada kata-kata hujat dari raja negeri utara.  Kata itu juga digunakan dalam Dan.8:24, dimana tanduk kecil menghancurkan secara mengerikan atau mengherankan.  Dalam Dan.12:7,8, Daniel mendengar kata-kata “Setelah berakhir kuasa perusak bangsa yg kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi.”  Karena Daniel tidak memahami apa yg dia dengar, maka Daniel bertanya “Tuanku, apakah akhir segala hal ini?”  dengan demikian, dalam Dan.12:6-8, tiga kali kita mendapatkan referensi mengenai ‘hal-hal yg ajaib’ itu yg kesemuanya merujuk kepada peristiwa-peristiwa dalam khayal dalam Dan.11.  hal ini dengan jelas memberi indikasi bahwa Dan.12:5-13 adalah bagian dari khayal dalam Dan.11:2-12:4.
Lebih jauh lagi, ada suatu tema yg kuat dan hubungan bahasa diantara teks dalam Dan.7:25 dengan Dan.12:7.  ‘Berakhirnya kuasa perusak bangsa yg kudus itu’ dalam Dan.12:7 berakhir setelah 3  masa adalah sama dengan ‘penganiayaan kepada umat Allah’ dalam Dan.7:25 yg juga berakhir setelah 3  masa.  Ini adalah sebuah fakta yg sangat jelas kepada kita untuk tidak mencoba untuk memisahkan 2 fakta mengenai 3  masa ini, tetapi kita harus mengakui bahwa 3  masa baik dalam Dan.7:25 maupun dalam Dan.12:7 adalah sama dan hanya berlaku pada masa lampau, sedikitpun tidak ada indikasinya untuk terjadi dimasa depan.
4.    M.Berry, salah satu pendukung dari teori ini memulaikan 1260 hari dan 1290 hari dalam Dan.12 dengan UU hari Minggu secara universal.  Dia percaya bahwa 1290 hari akan berakhir dengan perintah pembunuhan massal kepada umat Allah, sementara 1290 hari berlanjut terus hingga 30 hari sesudahnya.  Dia menjelaskan bahwa ada 30 hari ekstra yg terbagi atas 2 periode 15 hari.  15 hari yg pertama adalah 1 jam dalam Wah.17:12 (karena 360 dibagi 24 sama dengan 15), dan periode 15 hari yg kedua adalah 1 jam berikutnya dalam Wah.18:10.  Dengan demikian, dia menjelaskan bahwa 1260 hari yg pertama adalah hari-hari literal, sedangkan 30 hari yg sisa dari 1290 hari diinterpretasikan dengan menggunakan prinsip satu hari sama dengan satu tahun.  Penggabungan diantara kedua prinsip untuk menafsirkan waktu dalam nubuatan ini hanyalah merupakan sebuah bukti akan adanya kekacauan dalam pandangan baru ini.
5.    Akhirnya, sangat perlu untuk kita ketahui bahwa pandangan yg baru mengenai nubuatan 1290 hari dan 1335 hari dalam Dan.12 adalah juga bertentangan dengan pernyataan yg sangat jelas dari Mrs.White.  Pada tahun 1880, Mrs.White menulis “Saya memberikan kesaksian bahwa sejak berakhirnya tahun 1844, tidak ada lagi waktu tertentu yg diatur untuk menguji umat Allah.  Ujian terbesar dari waktu adalah pada tahun 1843,1844; dan semua yg berusaha untuk menentukan waktu sejak periode agung yg ditandai dalam nubuatan ini adalah sedang menipu dan sedang tertipu.” (Ls 221).  Tidak ada indikasi dalam tulisan manapun dari Mrs.White yg memberikan indikasi bahwa ada suatu nubuatan mengenai waktu lagi yg akan berperan bagi umat Allah pada masa depan.
Malahan, dalam sebuah surat pada tahun 1850, Mrs.White menulis mengenai saudara Hewitt “Kami mengatakan kepadanya beberapa kesalahannya pada masa lampau, bahwa 1335 hari itu telah berakhir dan beberapa kesalahannya yg lain.  Itu hanya sedikit membawa pengaruh.  Kegelapannya telah memenuhi perkumpulan itu…” (MR 6:251).  Beberapa orang percaya bahwa melalui kutipan ini, Mrs.White sedang menjelaskan bahwa 1335 hari itu akan terjadi di masa depan, padahal sederhana saja, maksud Mrs.White adalah ia menegur saudara Hewitt yg berbuat kesalahan ketika mengajarkan bahwa 1335 hari itu akan terjadi di masa depan, dan dengan jelas menekankan bahwa 1335 itu sudah digenapi pada masa lampau.  Mengapa?  Karena pada waktu itu para pionir gereja termasuk James White sendiri mengajarkan bahwa 1335 hari itu telah berakhir pada masa lampau (baca dalam James White, “The Judgment,” Review and Herald, January 29, 1857, 100. Uriah Smith, “Short Interviews with Correspondents,” Review and Herald, February 24. 1863.  Alberto Timm juga memberikan sumber-sumber yg lain mengenai para pionir gereja kita. Lihat artikelnya “Os 1290 e 1335 dias de Daniel” in Ministeria (Brazil), (May-June 1999), 16-18.). 
Bila Mrs.White mengajarkan bahwa 1335 hari nubuatan dalam Dan.12 itu akan digenapi pada masa depan, mengapa ia tidak menegur suaminya James White dan para pionir waktu itu, tapi sebaliknya menegur saudara Hewitt?  Dengan demikian, sangat jelas bahwa Mrs.White sendiri mengajarkan bahwa nubuatan waktu 1335 hari dalam Dan.12 itu telah digenapi pada masa lampau.
Berikut ini adalah interpretasi yg sebenarnya dari nubuatan 1290 hari dan 1335 hari dalam Dan.12 itu:
Dalam Dan.12:5-13, nabi Daniel masih tetap berada di tepi sungai Tigris, dimana ia berada ketika mendapat khayal dalam Dan.10:4.  Disini ia mendengar percakapan diantara 2 figur Surgawi dan pada akhirnya ia juga bergabung dalam percakapan itu.  Pasal ini dalam beberapa hal adalah parallel dengan Dan.8:13,14 dalam beberapa cara.  Keduanya mengambil tempat disamping sungai, keduanya melibatkan 2 figur Surgawi dan keduanya terlibat dalam pertanyaan “Berapa lama”?  “Bilakah hal-hal yg ajaib ini akan berakhir?” (Dan.12:6).  Ini merujuk kembali kepada khayal dalam Dan.11.  Gabriel telah memberikan kepada Daniel penjelasan yg panjang ini untuk menolong dia mengerti apa yg akan terjadi kepada umat Allah (Dan.10:14).  Sekarang, 2 makhluk Surgawi muncul, dan salah satu dari mereka untuk informasi bagi Daniel, bertanya kepada Mikhael dan jawabannya dalam ayat 7 menggambarkan waktu akhir yg akan mengikuti 1260 tahun supremasi Kepausan dan penganiayaan.  Dalam jawaban ini, sebenarnya Daniel telah mendapatkan sebagian jawabannya dari pertanyaan dalam Dan.8:13.  Pertanyaan itu mencakup kuasa kepausan yg menginjak-injak kaabah dan orang-orang di dalamnya.  Dalam Dan.8:14 jawaban diberikan bahwa orang-orang akan diinjak-injak sampai tahun 1798.  Sehingga melalui keingintahuan Daniel dan jawaban Mikhael akan menjelaskan hubungan diantara 2 periode ini.
1.    1290 hari (Dan.12:11) “Dihentikannya korban sehari-hari” disebutkan 3 kali dalam buku Daniel (Dan.8:11, tidak ada waktu yg khusus yg berhubungan dengan itu, Dan.11:31, kembali tidak ada waktu khusus atau tanggal diberikan, dan dalam Dan.12:11, ada waktu khusus, yakni 1290 hari).
Adalah penting untuk memperhatikan parallel diantara Dan.11:31 dan Dan.12:11.
Dan.11:31 “Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yg membinasakan.”
Dan.12:11 “Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yg membinasakan itu ada seribu dua ratus dan Sembilan puluh hari.”
Sangat jelas bahwa kedua teks ini adalah parallel dan merujuk kepada peristiwa yg sama dalam sejarah.  Sehingga, bila Dan.11:31 telah digenapi pada masa lampau, maka Dan.12:11pun haruslah telah digenapi pada masa lampau juga.
Dalam Dan.8:11, “sehari-hari” merujuk kepada pelayanan pengantaraan Yesus yg telah dirampas oleh para imam Katholik melalui pengampunan dosa dan acara misa.  Melalui terus mengorbankan Kristus dalam acara misa, Paus telah memindahkan pekerjaan Kristus di Surga ke dalam pemikiran manusia.  Berapa lama ini telah terjadi?  Pada bulan Mei 1998, Paus Johanes Paulus II mengeluarkan surat pastoralnya Dies Domini, dimana ia menganjurkan UU hari Minggu (baca dalam Pope John Paul II, “Dies Domini”(May 31, 1998), section 47. Untuk teks keseluruhan dari surat Apostolic ini, lihat dalam website Vatikan: www.vatican.va./holy_father/john_paul_ii. Dies Domini dapat ditemukan dibawah surat Apostolic Paus. Dicek pada 5/15/03.).
Dalam surat yg sama, Paus berbicara mengenai kehadiran dalam acara misa pada hari minggu, dan mengatakan secara khusus bahwa sejak abad keenam telah menjadi suatu kewajiban universal bagi semua orang untuk menghadiri acara misa.  Sebagai anggota GMAHK, kita menyatakan bahwa pada abad keenam, korban sehari-hari itu telah diambil dan dewa-dewa kekejian yg membinasakan itu telah ditegakkan.  Kita memulaikan 1290 hari dengan tahun 508.  Mengapa?  Pertama-tama, dengan mengurangkan 1290 dari 1798, yg dimengerti sebagai akhir dari 1260 dan 1290 hari membawa kita kepada tahun 508.  Apa yg terjadi pada tahun 508?  Pada tahun 496, Clovis, raja Prancis menjadi seorang Katholik.  Semua suku-suku Jerman yg telah membongkar kekaisaran Roma adalah penganut Arianisme dan  karena itu bertentangan dengan Paus di Roma.  Clovis mengalahkan Visigoths dan menjadi kekuasaan sipil pertama yg bergabung dengan gereja Roma yg sedang bertumbuh.  Karena itu, Prancis dianggap sebagai saudara tua dari Gereja Roma Katholik.
“Setelah kemenangan besarnya terhadap Goths dalam tahun 507…Clovis datang ke Tours, kemungkinan pada pertengahan tahun 508, untuk merayakan kemenangan itu.  Disana dia bertemu dengan utusan Byzantine yg memberi dia gelar konsul kehormatan.”  (baca 11Herwig Wolfram, The Roman Empire and Its Germanic Peoples (Berkeley: University of California Press, 1997), 222.
Penggabungan kekuasaan sipil dan agama (Prancis dan Kepausan) pada saat itu adalah suatu langkah yg sangat penting dalam menegakkan dewa-dewa kekejian yg membinasakan, yg merujuk kepada ajaran-ajaran Kepausan yg tidak Alkitabiah dan pemaksaan mereka melalui penggabungan kekuasaan sipil dan agama.  Ini adalah salah satu ironi dalam sejarah bahwa Prancis adalah kekuasaan yg akan menolong Kepausan pada awal 1290 tahun, adalah juga kuasa yg sama yg akan menghentikan Paus pada akhir periode, ketika Napoleon pada tahun 1798 menangkap dan memenjarakan Paus Pius ke-6.
2.    1335 hari (Dan.12:12).  Tidak ada peristiwa khusus disebutkan yg menandai permulaan dari 1335 hari.  Konteks ayat itu mengindikasikan bahwa 1335 hari itu berawal pada saat yg bersamaan dengan perhitungan 1290 hari, sehingga 1335 hari itu sendiri akan berakhir pada sekitar tahun 1843, 1844 tepat pada saat pekabaran malaikat pertama disampaikan.  Ini juga adalah tahun terakhir dari nubuatan 2300 hari yg dimulaikan pada musim gugur tahun 1843 sampai musim gugur 1844.
Nubuatan 1335 hari tidak disebutkan dalam hubungan dengan aktivitas dari tanduk kecil.  Sebaliknya, itu dihubungkan dengan berkat khusus kepada mereka yg hidup pada akhir dari periode waktu tsb.  Berkat yg lain juga diberikan sehubungan dengan periode akhir itu yakni “Berbahagialah mereka yg mati dalam Tuhan sejak sekarang ini.” (Wah.14:13).
KESIMPULAN.
          Bukti-bukti dari Alkitab dan Roh Nubuatan tidak mendukung konsep bahwa nubuatan waktu dalam Daniel pasal 12 yg akan digenapi pada masa depan.  Interpretasi GMAHK yg harmonis dengan prinsip interpretasi berdasarkan sejarah, telah menempatkan nubuatan waktu ini dalam sejarah masa lampau, yg merupakan jawaban terbaik dari pasal yg sukar dalam Dan.12:5-13.

TUHAN MEMBERKATI

Selasa, 11 Januari 2011

MENGAPA KITA TIDAK BOLEH KETERLALUAN DALAM HAL MAKANAN DAGING?

”Hanya kalau kita cerdas menanggapi prinsip2 hidup sehat, kita dapat melihat sepenuhnya segala kejahatan akibat makanan yg tidak seimbang.  Setelah melihat kesalahannya, mereka yg berani mengubah kebiasaan akan mendapati bahwa proses reformasi memerlukan satu pergumulan dan kesabaran.”  Petunjuk Diet, 26,132.
            ”Keadaan tidak dapat membuat reformasi.  Kekristenan menawarkan satu reformasi di dalam hati.  Yang dikerjakan Kristus di dalam hati akan dikerjakan dibawah perintah intelek seseorang yg sudah bertobat.  Rencana yg dimulai dari luar kemudian mengerjakannya ke dalam, ini biasanya gagal.  Rencana Allah bagimu ialah memulainya di dalam hati sekalipun sukar, kemudian dari dalam hati akan mengalir prinsip2 kebenaran, karena reformasi nampak di luar sebagaimana di dalam.”  Petunjuk Diet, 38.
            ”Reformasi kesehatan erat hubungannya dengan pekerjaan malaikat ketiga namun itu bukanlah pekabaran.  Para pengkhotbah harus mengajarkan reformasi kesehatan, namun mereka seharusnya tidak membuat tema ini menggantikan pekabaran itu...kita harus memegang teguh setiap reformasi namun hindarkan kesan bahwa kita meragukannya atau bersifat fanatik.”  Petunjuk Diet, 79.
            ”Tetapi Dia (Yesus) hanya menyediakan sesuatu yg hanya mencukupkan kebutuhan mereka yaitu makanan sehari-hari dari para nelayan di danau itu.”  Petunjuk Diet, 92.
            ”Kristus memberi makan orang banyak dengan satu mujizat kuasa Ilahi.  Namun betapa sederhana makanan itu disediakan yaitu hanya roti dan ikan yg menjadi makanan nelayan di Galilea.”  Petunjuk Diet, 96.
            ”Di atas segalanya para reformator kesehatan harus berhati-hati terhadap keterlaluan.”  Petunjuk Diet, 96.
            ”Makanan yg kekurangan unsur yg menyehatkan akan membawa kecelaan kepada pekerjaan reformasi kesehatan.”  Petunjuk Diet, 98.
            ”Kita tidak membuat satu garis tertentu sebagai aturan makanan; tetapi kita mengatakan bahwa di daerah yg banyak terdapat buah2an, biji2an dan kacang2an, maka makanan daging bukanlah makanan bagi umat Allah.”  Petunjuk Diet, 101,435.
            ”Bilamana orang yg memajukan reformasi kesehatan membawakannya secara keterlaluan, janganlah persalahkan orang lain kalau mereka tidak disenangi.  Seringkali iman keagamaan kita dipermalukan dengan cara demikian dan dalam banyak kasus, mereka yg menyaksikan pendirian yg tidak tegas itu kemudian akan berpikir bahwa tidak ada sesuatu yg baik dalam usaha reformasi ini.  Orang2 yg keterlaluan seperti ini dalam beberapa bulan akan mendatangkan bahaya yg tidak dapat dihapus seumur hidup.  Mereka terlibat dalam satu pekerjaan yg disenangi oleh setan.”  Petunjuk Diet, 206.
            ”Mereka yg memahami hanya sebagian dari prinsip reformasi seringkali menjadi orang yg paling kaku, bukan hanya menonjolkan pendapat mereka sendiri, tetapi memaksakannya kepada keluarga dan para tetangga.  Pengaruh reformasi mereka yg salah, sebagaimana terlihat dalam kesehatan mereka yg menurun dan dalam usaha mereka untuk memaksakan pandangan mereka kepada orang lain, itu semuanya memberikan ide yg salah tentang reformasi makanan.”  Petunjuk Diet, 208.
            ”Sementara saya meninggalkan makanan daging yg membahayakan, ada bahan lain yg tidak terlalu ditentang, yaitu telur yg dapat digunakan.  Janganlah membuang susu dari meja makan, dan melarang penggunaannya sebagai campuran makanan.”  Petunjuk Diet, 214.
            ”Saya mendapat terang bahwa pasien boleh mendapat makanan daging kalau mereka mendesak supaya itu diberikan kepada mereka...jikalau setelah mengetahui yg makanan daging tidak disajikan di ruang makan, sebagian pasien masih ingin makanan daging, dengan gembira sajikanlah makanan daging itu di kamar mereka.”  Petunjuk Diet 308,309.
            ”Janganlah membuat resep yg makanan daging tidak akan pernah digunakan...janganlah menganjurkan supaya diadakan perubahan drastis, khususnya bagi mereka yg dibebani dengan kerja terus-menerus.  Biarlah hati nurani itu dididik, kemauan digiatkan, dan perubahan dapat dilakukan dengan mudah dan dengan senang hati.”  
            ”Orang yg menderita penyakit paru2 yg sedang menuju kuburan tidak perlu mengadakan perubahan khusus dalam hal ini tetapi berhati-hatilah pilih daging hewan yg sehat yg dapat diperoleh.  Orang2 yg terserang tumor yg menggerogoti hidup mereka, mereka tidak perlu lagi dibebani dengan persoalan apakah mereka harus meninggalkan makanan daging atau tidak.”
            ”Berhati-hatilah jangan membuat keputusan yg tidak bijaksana dalam hal ini.  Perubahan yg dipaksakan tidak akan menolong masaalah itu, tetapi akan merusak prinsip tidak makan daging.  Janganlah memaksa siapapun, karena reformasi yg dilakukan secara paksa itu tidak bermanfaat.”  Petunjuk Diet, 310,311.
            ”Jikalau engkau meninggalkan makanan daging, penggantinya haruslah terdiri dari berjenis-jenis biji2an, sayuran dan buah2an, yang menarik selera dan menyehatkan...makanan daging harus diganti dengan makanan yg menyehatkan yg harganya tidak mahal.”  Petunjuk Diet, 336.
            ”...sebagian dari orang2 ini mengaku diri sebagai reformator kesehatan.  Sebenarnya mereka tidak.  Mereka tidak tahu memasak.  Mereka menyediakan kue, kentang dan roti jelai, tetapi caranya yg itu2 juga, jarang ada variasi, dan tubuhpun tidak dikuatkan.”  Petunjuk Diet, 339.
            ”Berdasarkan terang yg diberikan kepadaku, gula yg digunakan secara berlebihan lebih merusak daripada makanan daging.”  Petunjuk Diet, 352.
            ”Sekiranya kita mengetahui yg binatang itu berada dalam kondisi sehat, saya mau menganjurkan supaya orang2 memakan dagingnya lebih baik daripada susu dan gula yg banyak.”  Petunjuk Diet, 355.
            ”Lebih baik saya memakan daging daripada makan kue manis dan pastry seperti itu yg biasanya dimakan orang.”  Petunjuk Diet, 359.
            ”Dibanyak tempat ikan itu begitu tercemar oleh makanan kotor sehingga menjadi penyebab penyakit.  Ini terjadi dalam kasus tertentu dimana ikan hidup di muara saluran buangan kota besar.  Ikan yg telah tercemar dengan isi buangan akan berenang ke lepas pantai dan tertangkap sewaktu berada dalam air bersih dan segar.  Lalu, kalau ini digunakan sebagai bahan makanan, ikan itu membawa penyakit dan kematian bagi mereka yg tidak menyangka adanya bahaya.”  Petunjuk Diet, 423.
            ”Dalam kasus penyakit tertentu atau kehabisan tenaga mungkin juga diperlukan makanan daging, tetapi berhati-hatilah untuk mencari daging binatang sehat...apabila saya tidak dapat memperoleh makanan yg saya perlukan, kadang2 saya memakan sedikit daging, tetapi saya semakin takut akan hal itu.”  Petunjuk Diet, 423,424.
            ”Makanan daging bukanlah makanan sehat, namun saya tidak akan memegang pendirian bahwa makanan daging harus ditinggalkan oleh semua orang.    Mereka yg mempunyai alat pencernaan yg lemah dapat menggunakan daging apabila mereka tidak dapat memakan sayuran, buah2an atau bubur.”  Petunjuk Diet, 424.
            ”Apabila engkau meninggalkan makanan daging, sediakanlah penggantinya seperti berjenis-jenis biji2an, kacang2an, sayuran dan buah2an yg enak dan menyehatkan.  Ini teristimewa penting bagi mereka yg merasa lemas, atau mereka yg bekerja membanting tulang terus-menerus.  Di beberapa negeri yg miskin, makanan daging adalah makanan yg paling murah.  Dalam keadaan seperti ini, perubahan itu sulit diadakan, tetapi dapat dilakukan.” 
            ”Namun kita harus memperhatikan situasi penduduk dan kebiasaan mereka.  Berhati-hatilah jangan memaksakan pemikiran yg benar sebelum waktunya.  Tidak ada orang yg harus dianjurkan supaya mengadakan perubahan drastis.  Makanan daging harus digantikan dengan makanan sehat yg tidak mahal.  Hal ini banyak bergantung kepada juru masak.”
            ”Dengan ketrampilan dan ketelitian, makanan harus disediakan supaya bergizi dan menarik selera dan sedapat mungkin sanggup menggantikan makanan daging.  Dalam segala hal, didiklah hati nuranimu, latih kemauanmu dan lengkapilah makanan sehat.  Kemudian barulah engkau bersedia mengadakan perubahan karena sudah dimatikan keinginan akan makanan daging.”  Petunjuk Diet, 427,428.
            ”Karena kita tidak membuat makanan daging sebagai suatu ujian (tolok ukur), walaupun kita tidak mau memaksa siapapun untuk meninggalkannya, namun tugas kita ialah supaya tidak ada pendeta di daerah atau uni yg menentang atau menganggap sepele pekabaran reformasi dalam hal ini.” 
            ”Dalam terang Allah yg dipancarkan tentang pengaruh makanan daging bagi tubuh, jikalau engkau masih tetap mau memakannya, bersedialah menanggung resikonya.  Tetapi janganlah memegang satu pendirian dihadapan jemaat yg tidak perlu mengadakan reformasi mengenai makanan daging.  Janganlah mereka menarik kesimpulan ini dari sikap anda, karena Tuhanlah yg memanggil untuk mengadakan reformasi.”  Petunjuk Diet, 431.
            ”Kita tidak membuat penggunaan daging sebagai satu ujian persekutuan.”  Petunjuk Diet, 435.
            ”Engkau mungkin bertanya: maukah engkau meninggalkan makanan daging seluruhnya?  Saya jawab: akhirnya saya tiba pada titik ini, tetapi kami belum bersedia mengambil langkah ini sekarang.  Makanan daging akhirnya akan ditinggalkan.  Daging binatang tidak lagi sebagian dari makanan kita...gunakanlah makanan daging semakin sedikit sampai tidak lagi menggunakannya sama sekali.”  Petunjuk Diet, 438.
            ”...ini memerlukan kecakapan tinggi dalam penyediaan makanan yg menyehatkan.  Diperlukan kerja yg lebih keras, tetapi namun demikian, pekerjaan itu dilakukan secara bertahap.  Gunakanlah sedikit daging.”  Petunjuk Diet, 439.
            ”Bertahun-tahun yg lalu saya mendapat terang supaya kita tidak berpendirian secara positif menghilangkan daging sama sekali, karena dalam beberapa hal, itu lebih baik daripada sebagian makanan cuci mulut dan makanan yg manis2.”  Petunjuk Diet, 442.
            ”Sementara engkau berusaha menarik orang lain memasuki lingkaran kasih-Nya, biarlah kelembutan tutur bahasamu, kedermawanan pelayananmu, sikapmu yg ramah menyaksikan kuasa keramahan-Nya.  Perkenalkanlah Dia kepada dunia ini secara murni dan benar...sedikit saja hasilnya apabila mencoba membetulkan orang lain dengan menyerang kebiasaan mereka yg salah menurut pandangan kita.  Usaha seperti itu lebih sering membawa bahaya daripada kebaikan.”  Petunjuk Diet, 493.
            ”Dari semua manusia di dunia ini, para reformator seharusnya menjadi orang yg paling dermawan, paling baik, paling sopan.  Dalam hidup mereka, perbuatan sejati, perbuatan kemurahan haruslah dapat dilihat orang lain.  Pekerja yg menunjukkan sikap kurang sopan, yg menunjukkan kekurangsabaran melihat kebodohan dan kejanggalan orang lain, yg berbicara cepat, atau bertindak sembrono, akan menutup pintu hati orang, dan dia tidak dapat menjangkaunya lagi.”  Petunjuk Diet, 493.
            ”Kita harus memperhatikan situasi masyarakat, pengaruh kebiasaan dan praktek seumur hidup, dan kita harus hati2 jangan memaksakan pendapat kita kepada orang lain, seakan-akan masalah ini jadi batu ujian dan mereka yg masih memakan makanan daging adalah orang berdosa paling besar...sewaktu duduk di meja makan dimana disajikan makanan daging, janganlah kita menyerang orang yg masih memakannya, tetapi kita sendiri jangan memakannya.  Kalau ditanya apa dasar kita untuk berbuat hal itu, dengan lemah lembut kita harus menerangkan sebabnya.”  Petunjuk Diet, 496.
            ”Saya tidak pernah merasa bertugas mengatakan bahwa tidak seorangpun harus makan daging dalam situasi apapun.  Kalau hal ini dikatakan kepada orang yg sudah terdidik hidup dengan makanan daging sampai batas tertentu, ini akan mempersalahkannya sebagai sesuatu yg keterlaluan.  Saya tidak pernah merasa yg itu adalah tugas saya, yaitu mengeluarkan kata2 yg bersifat membasmi.  Apa yg saya katakan, saya katakan dibawah perasaan tanggung jawab, tetapi saya membatasi kata2 saya, karena saya tidak mau memberi kesempatan kepada siapapun menjadi tolok ukur bagi orang lain...saya telah melewati satu pengalaman di negeri ini yg sama dengan pengalaman saya di ladang baru di Amerika.  Saya telah melihat beberapa keluarga yg keadaan tidak mengizinkan mereka untuk mengisi meja makan dengan makanan sehat.  Tetangga yg tidak percaya mengirim kepada mereka daging binatang yg baru disembelih.  Mereka membuat sup daging, dan menyajikan keluarga besar dengan anak2 yg banyak itu memakan roti dan sup.  Bukanlah tugas saya, bukan pula tugas siapa saja untuk memberikan ceramah kepada orang ini betapa jahatnya memakan daging.  Saya benar2 merasa prihatin melihat keluarga yg baru menerima iman kita, yg tertekan oleh kemiskinan, sehingga mereka tidak tahu darimana nanti datangnya makanan mereka yg berikut.”  Petunjuk Diet, 497.
            ”Janganlah memegang pemikiran tersendiri dan membuatnya jadi patokan, lalu mengeritik orang lain karena prakteknya tidak sama dengan pemikiranmu.  Tetapi pelajarilah secara meluas dan mendalam...jikalau kita benar2 mengoreksi orang lain, kalau kita juga membangkitkan roh perlawanan mereka, maka lebih banyak bahayanya daripada yg baik.  Ada juga bahaya yg mengancam si penasihat.  Dia yg hanya bermaksud mengoreksi orang lain, nampaknya dia membangun suatu kebiasaan mencari kesalahan.  Akhirnya keinginannya hanyalah mencari kesalahan dan mengorek kekurangan...ada sesuatu yg lebih baik dibicarakan daripada kesalahan dan kelemahan orang lain.  Bicarakan dari hal Allah dan pekerjaan-Nya yg ajaib itu.”  Petunjuk Diet, 498.
            ”Allah menginginkan setiap pendeta, setiap dokter, setiap anggota jemaat, supaya jangan mendesak orang yg tidak mengenal iman kita untuk mengadakan perubahan tiba2 dalam hal makanan, sehingga menempatkan mereka dibawah satu ujian yg belum matang...kita tidak bergerak dengan nada sombong.  Para pekerja yg memasuki wilayah baru untuk membangun gereja, janganlah menimbulkan kesulitan dan mencoba menonjolkan masalah makanan.  Mereka harus berhati-hati jangan menarik garis itu terlalu dekat...para pekerja harus berusaha dengan tekun dan dengan sabar sambil mengingat bahwa segala sesuatu tidak dapat dipelajari dalam satu waktu.”  Petunjuk Diet, 499,500.
            ”Sekarang inilah aliran yg kita ikuti.  Kita tidak mengatakan kepada orang: engkau jangan memakan daging walaupun kita sendiri tidak menggunakan makanan daging.”  Petunjuk Diet, 500.
            ”Janganlah kita bergerak lebih cepat daripada orang2 yg bersama-sama dengan kita...usaha memperoleh reformasi itu bergerak bertahap...dalam reformasi, lebih baik kita tiba satu langkah sebelum mencapai garis daripada satu langkah melampaui garis.  Dan jikalau ada kesalahan sama sekali, biarlah kita memihak kepada orang banyak.”  Petunjuk Diet, 502.
            ”James White: ”Ny.White telah berbicara mengenai masalah kesehatan dalam satu cara yg memberikan kepuasan penuh.  Tegurannya jelas dan berkuasa, namun bijaksana, agar dia dapat mengendalikan perasaan seluruh hadirin yg bersamanya.  Dalam hal ini dia selalu menghindarkan sikap keterlaluan...hampir tidak terhitung banyaknya bahaya yg menyusahkan pekerjaan kebenaran zaman ini oleh tindakan sembrono dari mereka yg memperkenalkan pelajaran reformasi kesehatan pada tempat dan waktu yg tidak tepat dan dengan cara yg salah.”  Petunjuk Diet, 529.
            ”Saya menasihatkan setiap penjual buku pemelihara sabat untuk menghindari makanan daging, bukan karena itu dianggap sebagai dosa untuk makan daging, tetapi karena itu tidak sehat.”  Ms.15, 1889 (”Counsels to our Colporteurs Regarding Carefulness in Diet,” circa 1889).
            “Namun saya tidak akan mengambil posisi bahwa daging harus dibuang oleh setiap orang.”  Spm 81.1
            “Dua tahun yg lalu saya mengambil keputusan bahwa ada bahaya dalam penggunaan daging binatang mati, dan sejak saat itu saya tidak menggunakan daging sama sekali.  Itu tidak pernah ditaruh di meja saya.  Saya menggunakan ikan ketika saya bisa mendapatkannya.  Kami bisa mendapatkan ikan yg indah dari danau Saltwater di dekat sini...saya mengatakan hal2 ini kepadamu sebagaimana adanya.”  14 MR 330.2, letter 128, 1896.
            “Adalah bertentangan dengan reformasi kesehatan, setelah meninggalkan bagian yg besar dari hampir semua makanan, untuk menjadi ekstrim, menurunkan jumlah dan kualitas makanan kepada standar yg rendah.  Gantinya pembaharuan kesehatan (Health Reform), ini menjadi penghancurleburan kesehatan (Health Deform).”  CD 213.
            “Saya mempunyai sesuatu untuk dikatakan sehubungan dengan pandangan yg ekstrim dari reformasi kesehatan.  Reformasi kesehatan (Health Reform) menjadi penghancurleburan kesehatan (Health Deform), sebuah perusak kesehatan, ketika itu dibawakan secara ekstrim.”  Letter 37, 1901.
            “Engkau tidak perlu pergi ke dalam air, atau ke dalam api, tetapi ambillah langkah tengah, hindari semua yg ekstrim.  Janganlah kelihatan bahwa engkau berpandangan sempit, pengelola yg tidak seimbang.”  CD 211.4.
            Pertarakan adalah bagian dari pekabaran Advent untuk mengembalikan umat Allah dari berhala, kerakusan, keterlaluan dalam berpakaian (3 T 62), pekerjaan (2 T 68), makanan, minuman, tidur (6 T 375) dan hiburan (4 T 652), untuk memperoleh kesucian pikiran, hati dan perbuatan (CTBH 145).
            “Apa tujuan pertarakan?  Penguasaan diri dalam segala hal adalah penting untuk kesehatan dan pengembangan tabiat Kristen yg baik.”  Health Reformer, 1-8-1886.